Pesan untuk Dibaca

Belajar tidak hanya mengandalkan pada satu sumber informasi, apalagi hanya terpaku pada guru. Mari belajar, carilah ilmu dari berbagai sumber.. Semangat!

Kamis, 04 Agustus 2016

LEMBAR KERJA PERSEBARAN JENIS TANAH

Lakukanlah kegiatan belajar untuk membahas materi persebaran jenis tanah secara diskusi kelompok. Berikut adalah lembar kerja yang harus dikerjakan.

Download LEMBAR KERJA JENIS TANAH

MUSIM KEMARAU BASAH

Pada bulan Juli-Agustus sekarang ini seharusnya wilayah kita memasuki musim kemarau, namun pada kenyataannya sekarang ini masih kita jumpai hujan dengan intensitas sedang maupun cukup tinggi. Yang menjadi pertanyaan adalah, mengapa hal ini bisa terjadi?
Situasi sekarang inilah yang dinamakan dengan musim kemarau basah, yaitu musim kemarau yang terdapat hujan dengan tingkat intensitas sedang hingga relatif tinggi. Hal ini dapat terjadi karena dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:

  1. Fenomena La Nina (suhu permukaan laut di Pasifik mengalami anomali, yakni lebih dingin ketimbang suhu rata-rata).
  2. Sirkulasi gelombang MJO (Madden Julian Oscillation). Gelombang MJO ini dapat dikenali dari pembentukan awan-awan konvektif yang berkumpul secara massif (super cloud cluster). Gelombang ini teramati pertama kali terbentuk di atas pantai timur Afrika, lalu terus menerus menjalar menuju timur ke Samudera Hindia, melewati Benua Maritim Indonesia, Samudera Pasifik, hingga meluruh di atas Pasifik timur.
  3. Berdasarkan pemantauan satelit TRMM, terjadi siklon tropis Yagi di Samudera Pasifik barat dekat Filipina. Dengan menganalisis angin permukaan (850 milibar), terlihat bahwa siklon Yagi telah mengintensifkan aliran angin trans-ekuatorial yang berasal dari Laut China Selatan menuju wilayah Indonesia, melalui Laut Jawa. Hal ini menyebabkan angin monsun barat di atas wilayah Indonesia semakin bertenaga karena suplai kelembapan awan semakin bertambah.
Musim kemarau basah atau La Nina ini memiliki dampak bagi sektor ekonomi masyarakat, antara lain:
  1. Bagi nelayan, akan meningkatkan tangkapan ikan tuna lantaran hangatnya suhu muka laut. Namun, bagi para petani garam, hal ini justru kurang begitu menguntungkan.
  2. Pada sektor pertanian dan perkebunan, akan meningkatkan luas lahan tanam dan produksi padi. Namun juga diwaspadai munculnya serangan hama tanaman pada kondisi tanah yang lembab.
  3. Dampak negatif dari kemarau basah adalah potensi menurunnya hasil produksi beberapa komoditas perkebunan, seperti tembakau, tebu, dan teh serta tanaman hortikultura lainnya.
Patut kita perlu waspada terhadap situasi cuaca seperti sekarang ini, termasuk untuk menjaga keselamatan dan kesehatan.